• PONDOK PESANTREN QOTRUN NADA
  • Berkhidmat Untuk Ummat

GAHRU

By: Jiddah Zainab

Setiap manusia selalu mendambakan sesuatu yang menyenangkan hati.

Kesenangan hati itu bisa berbentuk fisik ataupun berbentuk abstrak.

Kesenangan berbentuk fisik merupakan pemenuhan hasrat zhohir yang akan hilang sekejap bersamaan dengan habisnya benda itu atau mungkin munculnya hasrat baru terhadap fisik benda yang lain.

Kesenangan berbentuk abstrak merupakan pemenuhan hasrat bathin baik berbentuk pencapaian kebahagiaan maupun kemampuan jiwa untuk melakukan problem solving terhadap setiap problematika hidup yang harus di hadapi dan di jalani.

Salah satu benda yang memiliki esensi hasrat kesenangan  fisik dan abstrak adalah gahru.

Fisik gahru bisa jadi pemenuhan hasrat dzohir kesenangan manusia. Kayu gahru menjadi salah satu komoditas yang menggiurkan dan mampu menghasilkan uang walau dengan serendah rendahnya kualitas gahru yang di perjual belikan.

Sedangkan aroma gahru yang harum merupakan kesenangan abstrak yang mampu menjadi pemenuhan hasrat bathin bagi sebagian orang.

Semakin wangi aroma yang di hasilkan oleh gahru akan menunjukkan kualitas kayu gahru tersebut.

Kayu gahru yang  mengepulkan asap  paling wangi menjadi kayu gahru yang berkualitas super dan bisa di perjual belikan dengan  harga fantastis.

Namun sayang nya, fisik kayu gahru tidak serta merta mampu menunjukkan kualitas aroma yang di hasilkan.

Kayu gahru memerlukan api panas yang mampu membakarnya hingga menjadi bara agar bisa mengepulkan asap yang menyemburkan aroma wangi  bagi yang mampu menghirupnya.

Biasanya asap gahru akan  berhembus wangi ke arah depan menjauh dari tangan si pembakar.

Banyak orang di sekeliling yang akan menghirup  wangi nya kayu gahru yang di bakar tapi ada kemungkinan si pembakar gahru tidak mampu menghirup harum nya gahru karna sibuk membakar dan sibuk menghalau asap putih yang menghalangi penglihatannya.

Aroma wangi gahru yang di bakar mampu mencapai jangkauan yang jauh mengikuti hembusan angin yang membawa harumnya tapi mungkin bisa jadi tidak terhirup oleh orang orang terdekat.

Orang orang terdekat mungkin hanya mampu melihat sisa asap dan sisa arang yang ada.

Perumpamaan esensi fisik dan esensi abstrak dari kayu gahru bisa kita tamsil kan dalam  taqdir kehidupan seseorang.

Harapan selalu berkonotasi indah dan cita cita selalu menggambarkan tinggi nya sebuah harapan.

Semua manusia berharap seluruh cita cita dan hajatnya di kabulkan Allah dengan cara mudah dan menyenangkan.

Semua manusia memiliki harapan bahwa hidupnya akan selalu indah dan bahagia sampai akhirnya hayatnya.

Tidak seorangpun manusia yang mau tumbuh dan berkembang dalam problematika dan kesempitan hidup dalam komunitasnya.

Tapi kita tidak bisa memilih dan mengatur Tuhan tentang apa yang yang kita terima ataupun orang lain terima dalam hidupnya. Taqdir Allah itu akan selalu jadi alur hidup kita yang terbaik sambil menunggu panggilan terbaik dari Allah dan Rasul.

Adakalanya seseorang harus jadi kayu gahru dalam menjalani alur hidupnya, yang mesti merasakan panas api yang membakar esensi jiwanya. Walau si pembakar hanya mampu melihat kita sebagai arang hitam tapi tetaplah menjadi kuat karna bisa jadi efek wangi gahru akan terhirup dan di rasakan oleh orang posisinya agak jauh dari tempat kayu gahru itu di bakar.

Dan tetap diam tak bergeming dalam tangis sepi saat di bakar adalah hal yg di contohkan bagaimana cara kayu gahru itu mampu menghasilkan aroma wangi sampai kayu itu menjadi bara bahkan sampai titik terendah menjadi arang yang akan terbuang.

Orang orang yang berusaha istiqomah dijalan yang di telah digaris kan Tuhan akan di tamsilkan seperti kayu gahru yang akan tetap di cari dan di beli untuk memberikan esensi aroma harum mewangi untuk sekelilingnya walau dia harus berkorban untuk siap di bakar menjadi bara dan bahkan menjadi arang demi hasrat kesenangan orang orang sekelilingnya.

Seseorang harus siap menjadi apapun yang di takdirkan Allah dan berusaha menjadi kuat buat orang orang terkasih yang menjadi alasan nya untuk bertahan hidup walaupun harus berperan sebagai kayu gahru.

Sebab sebongkah kayu tidak akan mampu menunjukkan jati dirinya sebagai kayu gahru jika tidak di bakar api hingga mampu menyebarkan aroma harum mewangi.

Self reminder for me dan my lovely  kids...Happy Graduation for someone  I love dan loves me ever after..

Tetaplah istiqomah dalam khidmah di Qotrun Nada. Sabtu, 8 Februari 2025.

Tulisan Lainnya
ABOUT US

By: Jiddah Zainab Bicara "Tentang Kita" adalah pembicaraan tentang keseluruhan dari Cipta, proses perjalanan dan cita- cita dari setiap personel, baik unsur atau struktur, dari A sampa

06/07/2025 18:55 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 1108 kali
Tercatat dalam Sejarah: Antara Lupa dan Wafa’

Oleh: Humaidi Mufa Tidak semua yang membangun sejarah merasa penting untuk tercatat. Banyak tokoh besar dalam lintasan waktu yang berjalan tanpa pamrih, tanpa mencatat namanya sendiri

05/07/2025 17:34 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 697 kali
SAFINAH NAJA

Oleh:Jiddah Zainab (Tribute to Sang Kyai 140621 – 140625) Malam itu laut tenang, Langit ditemani bintang, Angin semilir sejuk menghantam ombak tanpa deburan, Semua rahasia menja

14/06/2025 16:08 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 1166 kali
MENAPAK JEJAK YANG TAK PERNAH HILANG

Refleksi Haul ke-4 Buya KH. Burhanuddin Marzuki  Oleh: Humaidi Mufa Empat tahun sudah dan masih kami ingat. Suaranya yang tenang, penuh kebijaksanaan, namun setiap katanya menusu

09/06/2025 08:53 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 1114 kali
Terdidik dalam situasi mendadak

By: Jiddah Zainab  Kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Dan dengan kesempurnaanNya Allah menciptakan Rasulullah menjadi makhluq yang sempurna. Dan selain itu tak ada lagi makhluq y

02/06/2025 11:33 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 720 kali
TERUSLAH BERGERAK DAN JANGAN BERHENTI

Oleh: Humaidi Mufa Jika jatuh, bangunlah kembali. Bukan karena kita lemah, tapi karena kita sedang belajar berdiri lebih kuat. Jika gagal, cobalah lagi. Karena kegagalan bukan akhir, m

06/05/2025 18:54 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 737 kali
KEMANA PENDIDIKAN KITA MELANGKAH ?

Oleh : Humaidi Mufa Pendidikan Indonesia lahir melalui semangat perjuangan. Ki Hajar Dewantara, Bapak pendidikan nasional, telah menanamkan nilai-nilai luhur bahwa pendidikan sejatinya

05/05/2025 19:58 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 508 kali
MAGICAL WORDS

By Halimah Sadiyah     Kita mungkin sering melihat dan membaca sebuah tulisan, atau mendengar sebuah kata yang bernyawa dari lisan orang-orang yang mampu memberikan dampak po

04/05/2025 07:51 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 599 kali
11 hari menjemput Surga

In Memoriam Koh Abun By: Jiddah Zainab Tak seorang pun yang tahu bagaimana cerita hidup yang akan di jalaninya. Dari mulai di lahirkan sang Bunda sampai akhir dari perjalanannya di d

30/04/2025 21:47 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 10183 kali
UPDATE AND UPGRADE

By: Jiddah Zainab  Kehidupan manusia akan selalu melalui poros nya. Dalam konteks keimanan, poros seorang mukmin adalah taqdir Allah.  Bagi kaum tertentu, taqdir Allah adalah

14/04/2025 22:14 - Oleh TIM REDAKSI JURNALIS PPQN - Dilihat 813 kali