Beku
Sajian Utama edisi Desember 2024.
Oleh Muhammad Irfan Zidny.
Dunia kita sesak dihinggapi beragam realita. Ribuan gejolak, tentang apa, siapa, dimana, kemana, kapan, dan bagaimana. Umat manusia terus berproses; bergerak setiap detik menggapai sesuatu dan kehilangan sesuatu. Menggapai lagi dan kehilangan lagi!. Banyak orang yang penuh tapi hampa, dan hampa tapi penuh. Ramai dalam kesepian dan sepi dalam keramaian. Semuanya datang dan pergi.
Manusia tercipta untuk hidup dalam kebersmaan. Skala terkecilnya adalah tubuh kita terdiri dari badan, jiwa dan roh. Setiap organ menjalankan tugasnya tanpa diminta; untuk terus bergerak hingga ajal. Pun begitu dengan jiwa, setiap saat senantiasa ditempa berbagai kondisi yang akan merubah "jalan" diri kita. Adapun roh; hanya Tuhan yang mengetahui hakikat tentangnya. Cinta sejati itu menyentuh ruh, bukan tubuh.
Setiap orang meniti jalannya masing-masing dengan tujuan berbeda. Tidak ada dua "sidik jari" yang sama. Manusia adalah makhluk sempurna; diberikan kebebasan sempurna untuk bertanggung jawab secara sempurna pula. Hanya Sang Pencipta yang paling mengetahui segala yang terbaik untuk "hamba-Nya". Penghambaan kepada Tuhan akan melepaskan seluruh ikatan dan belenggu selain-Nya.
Manusia lebih banyak belajar dari praktek dibanding sekadar teori. Satu senyuman hangat akan lebih berharga daripada tumpukan surat. Ada yang bertanya: benarkah nikmat terbesar adalah diperkenankan untuk "melihat-Nya"?, para pencinta menjawab: adakah yang lebih membahagiakan bagi seorang ibu yang mengandung melebihi "melihat" senyuman anaknya?. Adakah lebih menyedihkan bagi seorang anak melebihi "menutup" papan terakhir pada lahat orangtuanya?. Bandara, stasiun, terminal, penjara, rumah sakit, dan pemakaman mengajarkan kita makna sejati dari "kehangatan" lebih dalam dibanding jutaan api.
Wallahu a'lam.
Tulisan Lainnya
Membina Cahaya Akal; Jalan Sunyi Menuju Manusia Sejati.
Sajian Utama edisi Juni 2025.Oleh Muhammad Irfan Zidny. Di tengah hiruk-pikuk zaman yang menjanjikan segalanya dalam kecepatan dan kepalsuan, manusia nyaris kehilangan jati dirinya. Ki
Seni Menjadi Cukup
Sajian Utama edisi Mei 2025.Oleh: Muhammad Irfan Zidny. Kita hidup dalam dunia yang terus-menerus membisikkan satu hal: kamu belum cukup. Belum cukup kaya, belum cukup cantik, belum cu
Menjadi Cahaya di Tengah Kegelapan: Pendidikan dan Kesehatan sebagai Kunci Kejayaan Peradaban.
Sajian Utama edisi April 2025.Oleh Muhammad Irfan Zidny. Di awal mula segalanya, sebelum pena menulis sejarah dan akal menafsirkan dunia, Tuhan mengirimkan sebuah "kunci" yang membuka
MADRASAH LAILATUL QADR
Sajian Utama edisi Maret 2025.Oleh Muhammad Irfan Zidny. Lailatul Qadr bukan sekadar malam penuh keberkahan, melainkan juga ruang pendidikan spiritual yang mengajarkan manusia tentang
CICAK VS BUAYA
Sajian Utama edisi November 2024.Oleh: Muhammad Irfan Zidny. Dalam ilmu retorika, kita mengenal dua pembagian kalimat; yaitu khabar yang berarti informasi, dan insya' yang berarti non
KEBUTUHAN PRIMER
Sajian Utama Edisi Oktober 2024.Oleh : Muhammad Irfan Zidny. Manusia harus menjaga kualitas kebutuhan primer, sekunder dan tersiernya. Sepanjang hidup, mereka berusaha memenuhi tiga ha
RUANG DIALOG
Sajian Utama Edisi Agustus 2024.Oleh Muhammad Irfan Zidny. Sebuah bangsa, etnis, atau kelompok manusia amat bergantung kepada kualitas sekitarnya. Entah terpengaruh atau mempengaruhi,
LABBAIK ALLAHUMMA LABBAIK
Sajian Utama edisi Juni 2024.Oleh Muhammad Irfan Zidny, Lc. Kantor berita seluruh dunia terus mengalirkan informasi kondisi terkini di Palestina, terkhusus Gaza dan Rafah. Dunia tidak
SEPASANG BOLA MATA
Sajian Utama Edisi Mei 2024.Oleh Muhammad Irfan Zidny, Lc. Kehidupan adalah kumpulan waktu, ruang dan kesempatan yang terus berputar menyelimuti sambil mengantar kita menuju peristirah
RAMADHAN MEMBAWA "NASIHAT" TUHAN
Sajian Utama Edisi April 2024.Oleh Muhammad Irfan Zidny, Lc. Ramadhan adalah "Hidangan" yang Allah berikan untuk kita semua. Bulan ini berisi Pendidikan, Hikmah, dan segala pintu kebai